Manfaat Berbagi

Berbagi adalah sifat alamiah manusia. Bahkan dalam suatu studi, Alison Gopnik dari UC Berkeley menemukan bahwa bayi berumur 14 bulan pun akan berusaha mengulurkan tangannya tanpa perlu diminta, jika bayi tersebut merasa sang orangtua butuh bantuan. 
Berbagi menurut penilitian ilmiah, memiliki beberapa manfaat  bagi pelakunya. Pertama, membuat diri merasa bahagia. Hasil penelitian Michael Norton dari Harvard Business School tahun 2008 menunjukkan bahwa memberikan uang kepada orang lain membuat partisipan lebih bahagia ketimbang menggunakan uang tersebut untuk dirinya sendiri. 
Kedua, berbagi baik untuk kesehatan. Penelitian Stephanie Post dalam bukunya Why Good Things Happen To Good People menyebutkan berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penyakit kronis seprti HIV. 
Ketiga, berbagi itu menular ke orang sekitarnya. Ketika menolong orang dan membantunya secara langsung, maka secara tidak langsung bisa menularkan sikap dermawan kepada komunitas di sekitar untuk mengikutinya. 
Jauh sebelum penelitian di atas, Rasulullah SAW telah mengajak  pengikutnya untuk gemar istiqamah dan bersedekah. Ada beberapa manfaat yang disebutkan. Pertama, menyembuhkan penyakit. Rasululullah bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang–orang sakit  (dari kalanganmu) dengan bersedekah, dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR.Ath-Thabrani ). 
 “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR.Abu Daud). Contoh, Abdullah bin Mubarak ditanya orang tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak 7 tahun. Ia telah mengobati lututnya dengan berbagai macam obat, ke dokter, namun tidak kunjung sembuh. Ibnu Mubrak berkata, “Pergi dan galilah sumur.” Anjuran itu diikutinya. Begitu sumur selesai digali, air pun keluar, dan masyarakat pun berduyun–duyun mengambil airnya. Subhanalah. Dengan izin Allah sakit yang diderita lelaki itu sembuh.
Prof. David M. Clelland melakukan penelitian. Hasilnya bahwa dengan melakukan sesuatu yang positif  untuk orang lain seperti bersedekah  akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini menyebabkan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. 
Kedua, memperpanjang usia dan meringankan sakratul maut. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dari seorang Muslim meningkatkan (hartanya) di masa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat sakratalul maut, dan melalui sedekah Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois.” (Figh Sunnah).
Ketiga, mendekatkan pada terkabulnya hajat. Hadis qudsi menyebutkan barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari kecepatan gerakan sedekahnya. 
Keempat, menolak bencana. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah! Sebab musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.” Ibnul Qayyim mengatakan sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zalim, atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut.
Kelima, menambah rezeki.  Rasul SAW bersabda, “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Al Baihaqi).  Hadis Qudsi  menyebutkan Allah berfirman, “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkan hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR.Muslim).
“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6:255, hadis ke 11). 
Keenam, didoakan malaikat. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berkata Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang – orang yang berinfak. Sedangkan malaikat yang lainnya berkata, Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang – orang yang menahan hartanya.” (HR.Bukhari-Muslim). Ketujuh, mendapat naungan di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR.Ahmad). Nabi SAW juga pernah menyebutkan bahwa tujuh hal yang akan menjadi payung yang menaungi pada hari kiamat antara lain seseorang yang bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanannya. ( HR.Bukhari – Muslim ). 
“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah).
Kedelapan, menyucikan jiwa dan harta. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Taubah:103).
Kesembilan, tanda bersyukur kepada Allah. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim 7). Seakan dia berkata, “Ya Allah. Rizqi dari-Mu ini sangat banyak sangat luas, maka sangat sedikit untuk dibagi dengan orang lain.” 
Kesepuluh, sebagai washilah meraih cinta Allah. Rasul SAW bersabda, “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, jauh dari neraka. Orang bakhil itu, jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dekat dengan neraka.” 
Kesebelas, melipatgandakan pahala. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Al Hadid 18).
“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti orang yang menanam sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat 100 biji dan Allah melipatgandakan balasan kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas anugerahnya lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah 261). Wallualam.

Komentar